Ada Apa Dengan Foto Human Interest?

Belakangan ini aku mulai mengumpulkan koleksi foto-foto human interest yang pernah diambil. Ya. Walaupun kurang menggemari gaya potret, aku senang mengambil foto manusia secara apa adanya. Bahasa kerennya candid, begitu.

 

Sebagai informasi foto human interest terbagi dua, yang candid dan yang di-setting. 

Apa? Yang di-setting termasuk foto human interest?? Iya. Termasuk.  Tapi apapun pilhan kita, semua punya kelebihan dan kegunaan masin-masing.

Hiu-hiu pulang kerja

Menurutku melakukan foto candid itu sangat melatih kepekaan serta ketajaman dalam mengamati serta merekam momen. Semua harus serba taktis, serba cepat, mirip sebuah perburuan. Sementara kalau foto yang disetting, asal kita nggak pasrah saja menerima yang diatur oleh stylist (bila kamu ikut event), itu bisa melatih imajinasi serta kemampuan pre-visualisasi sebuah karya serta bagaimana mewujudkannya.

Foto human interest memang memiliki daya tarik tersendiri. Dari pengamatan pribadi selama ini, foto yang paling cepat dilirik di IG dan medsos adalah yang ada unsur manusianya!

Apalagi cewek.

Apalagi model.

Apalagi cantik.

Apalagi seksi.

Traffic like bisa tiba-tiba booming!

Terlalu gampang? Hm, silahkan, itu pendapat masing-masing, ya.

Memfoto model yang lebih tidak menarik perhatian, misalnya cowok (!) level kesulitannya lebih tinggi. Kecuali orangnya benar-benar keren.  Tapi kita mustahil minta cowok di seluruh dunia tampil merata necis, keren, dan dandan di jalanan. Akhirnya perlu menambah sisi lain, seperti pose atau kegiatan yang tengah mereka lakukan.

Dibalik setiap kegiatan rutin….
 Aku tidak terlalu membahas teknis disini, karena foto human interest bisa diambil di mana saja, pakai kamera apa saja. Mulai dari android, i-phone, mirrorless, sampai DSLR. Kuncinya cuma satu : semua dibikin simpel dan cepat. Jangan belibet dan rempong sendiri kayak orang mau pindahan. Targetnya keburu kabur.

Seorang fotografer pro, yang telah banyak berkecimpung di dunia human interest, pernah mengungkapkan keprihatinannya di hadapanku. Bagaimana foto human interest itu selalu diidentikkan dengan obyek orang miskin dan masyarakat golongan ekonomi menengah kebawah!

Sementara kegiatan manusia sendiri sangat banyak. Sebagai contoh, mereka yang tergabung dalam klub-klub hobby. Itu human juga kan, ya?

Foto yang suka membikin baper para Jeep mania

Bicara soal foto candid, gaya memfoto satu ini seringkali mengundang kejailan. Kita pasti sangat sangat ingat dan super waspada, jika memiliki seseorang teman yang suka memfoto orang lain saat lengah, dalam berbagai pose aneh-aneh. Sedikit mirip Paparazzi,mungkin.  Apa iya, human interest yang ingin ditampilkan oleh kita seperti itu?

Tunggu sebentar.

Bila suatu saat aku memamerkan foto orang lagi ngupil hasil candid, amat yakin efek lucunya itu cuma sekejap. Sisanya bakal menerima bully massa sampai ditarget sang model buat dicegat! Akhirnya balik lagi ke common sense, etika, dan kepantasan.  Buat apa menyimpan sesuatu yang aku tidak ingin publik melihatnya? Cuma menuh-menuhin hardisk saja.  Kecuali buat memeras orangnya.

Contoh foto yang modelnya diarahkan : Main Barongsai

Tapi memfoto orang lain di jalanan, apa ngga takut dimarahin orangnya? Er. Takut sih. Makanya kalau yang bersangkutan tidak dalam rangka show-off atau pertunjukan, aku melakukan pendekatan dahulu. Bisa di awal atau di akhir.

Di awal, ya, diajak ngobrol. Jika suasana sudah enak dan dapat ijin baru jeprat-jepret. Di akhir, ijinnya ya setelah memfoto candid. Kalau mereka ingin minta dikirmkan fotonya juga bisa kita kasih. Pokoknya dibuat senyaman dan sesenang mungkin, karena seni memfoto human interest adalah saat berinteraksi dengan manusianya, bukan melulu soal hasil yang bikin nafas tertahan.

Foto yang diambil dari belakang tidak memperlihatkan wajah

Bila semua hal diatas itu tidak memungkinkan, aku berusaha memilih foto paling aman, dimana model bisa terhindar dari perasaan tidak nyaman. Tentu saja kita harus menerima jika suatu saat ternyata ada yang keberatan! Ibaratnya kalau kita di posisi dia rasanya bagaimana?

Sedikit rahasia, berdasarkan pengalaman, saat memfoto human interest, kalau fotografernya cewek biasanya model tidak terlalu galak. Dengan catatan selama kitanya juga respek dan sopan. Eh. Kecuali ybs itu fugitive kali ya, hahaha. Nanti bisa rame. Dan spesial untuk foto human interest dengan model cewek dan anak-anak kecil juga harus ekstra hati-hati karena biasanya jauh lebih sensitif.

Foto yang menampilkan obyek dari jauh. Harus sabar menunggu momen!

Untuk foto yang di setting, sudah otomatis dapat ijin model.  Tinggal bagaimana improvisasi serta pengaturan agar model tampak berpose natural. Karena kadang bila yang bersangkutan bukan tipe yang  biasa di foto orang asing dan pendekatan kita jelek, malah jadi kaku. Atau sebaliknya, gayanya malah jadi terlalu lebay. *Oooii*

Karya fotografer mana yang disukai untuk human interest? Untuk foto berwarna, aku suka karya-karya Nick Turpin. Sementara  B&W, pastinya karya sang master candid Henry Cartier Bresson sulit tertandingi di hati.  Untuk fotografer Indonesia, sering melirik karya  unik Roe.

Kalau ingin belajar banyak tentang segi-segi foto human interest yang ada sisi jurnalistik, cuitan twitter serta Klinik Fotografi hasil tulisan fotografer senior Arbain Rambey bisa menjadi masukan.

Apakah kamu suka dan punya pengalaman memfoto human interest? Apa karya fotografer favoritmu?

0 thoughts on “Ada Apa Dengan Foto Human Interest?

  1. kalau pendekatannya di awal, apa bisa natural gitu ekspresinya? Kan udah tau bakalan di foto.. Fotonya keren2 ih.. Btw, buka kursus fotografi gak? ^^

  2. Terima kasih mba Sari. Aku pakai apa saja yg lg dibawa (kdg minjem jg hahaha), ada android samsung, pocket nikon,dslr canon. Yg hiu2 itu pakai canon 500d.

  3. aku suka diem2 foto petugas kebersihan di jalanan atau tukang jualan. apalagi anak2… kl mereka lg main2 itu asik banget buat difoto candid… masih perlu banyak belajar siiih dirikuhh… Aku suka yg hiu2 plg kerja 🙂

  4. terima kasih, iya anak-anak ekspresinya sering lucu ya, suka juga moto…di indonesia mungkin masih nyantai tapi di negara maju harus ijin ortunya dulu :))

  5. Temenku hobi motret, dan kesukaan dia memang human interest ini. Mulai dr masy bawah, sampai keluarga, sampai temen2 sendiri. Berbagai ekspressi. Aku ngeliatnya jd suka 🙂 .. Krn aku hobi traveling, tp slama ini objek fotoku landscape ato makanan. Jrg sih orang. Makanya jd kepikiran kalo traveling slnjtnya mw foto human gini..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *