Aku dan Serangga

Alam selalu menjadi artis yang terbesar. Tetap saja, aku punya riwayat pertempuran tiada akhir dengan serangga. Mereka ada dimana-mana!
Tapi bersyukurlah pada fotografi dan lensa makro, sekarang aku berdamai dengan binatan-binatang itu. OK. Gencatan senjata sementara kecuali dengan…kecoak.

 

Kamu tahu nggak, kalau penulis terkenal di Indonesia bahkan sampai menulis cerpen romantis tentang  kecoak? Bahkan dia menjadikannya pangeran! Tidak ada yang romantik dari kecoak!

Apakah artinya bila aku membunuh seekor, aku sudah menghancurkan sebuah kerajaan Kecoak?

Belalang sembah
Bertahun-tahun lampau, aku biasa memberi makanan Arwanaku yang manis (ikan-bukan presenter) dengan belalang. Aku memburu mereka satu persatu di kebun.
Apakah aku terdengar psiko? Tidak, ini hanya serpihan nostalgia diantara aku dan serangga. Sekarang aku manusia yang lebih baik.
Kupu-kupu misterius di sekitar  rumah

0 thoughts on “Aku dan Serangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *