Car Free Day Sudirman

 Jakarta adalah kota pertama di Indonesia yang menerapkan Car Free Day, hari dimana sebuah jalan ditutup dari pagi hingga jelang siang untuk kepentingan warga berolahraga-ria.

Aku masih ingat saat pertama kali ikut CFD, bersenjatakan sepeda lipat dari Senayan sampai Semanggi atau Monas. Perjalanan menuju wilayah CFD jauh lebih bikin sport jantung. Metro mini kebut-kebutan, sepeda motor main serong, dsb. Butuh adrenalin dari olah raga kardio? Silahkan mencoba lalu lintas Jakarta dengan sepeda….
Di  Senayan, aku biasanya menonton berbagai jenis sepeda yang bagus-bagus. Seperti harganya hahaha. Para wanita banyak bergaya chic.  Sepeda sekarang memang bukan hanya  dikendarai, tapi juga  ada unsur prestise. Angkat topi untuk para pencipta dan perancang sepeda. Semoga mereka diberkati bumi karena sudah menarik minat orang dari berbagai kalangan dan usia.

Dulu waktu CFD pertama kali bergaung jalanan masih sepi lenggang. Sekarang sudah lumayan padat penuh dengan berbagai atraksi dan….orang jualan. Tumpah ruah.

Tidak selalu jalan Sudirman sampai Monas ditutup. Kadang hanya ruas tengah saja. Busway tetap meluncur kencang. Bau-bau knalpot masih tercium di kiri kanan. Tapi warga tampak menikmati kebebasan yang hanya sejalan itu. Ada ibu-ibu menarik kereta bayi dengan sepeda, sementara bapaknya lari mengikuti di belakang kereta. Deretan pencinta anjing pun ikut memanfaatkan momen jogging bersama hewan kesayangan. 

Stop press! Baru saja aku lihat di televisi ada yang bawa BEBEK. Dia mengikuti si pemilik  kemana-mana! HAHAHAHA. See? Makin lama, makin banyak yang unik-unik!

Para pemuda memanfaatkan momen sebagai ajang unjuk kreativitas ; berkeliaran dengan sepeda modifikasi super aneh. Atau beraktraksi gila-gilaan. Kalau Jepang punya Harajuku, kita punya…ehm…CFD. Sama-sama ajang ekspresi anak mudalah.

Ada yang kelupaan di rumah! Balik-balik. Mundur..moendoeeer…!

 

Eh, bukan anak muda saja kali!  Banyak juga orang dewasa yang bernostalgia dengan sepeda vintage. Biasanya mereka jalan berkelompok dengan baju ala tahun 1945-an. Minus bule irlander. Merdeka!
“Ah, those were the days…” The vintage and the modern bike
Oya, satu lagi perbedaan peserta CFD dahulu dan sekarang, yaitu semakin banyak yang berolahraga tanpa lepas dari gadget kesayangan. Untuk mengabadikan setiap momen yang hadir. Dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Terima kasih pada teknologi tongsis alias monopod, makin beragam saja yang bisa foto diri dalam pose apapun.
Don’t try this at home!
Kemajuan teknologi masa  kini memang membuat kita bisa bebas berekspresi dan berhubungan dengan semua orang di kala apapun. Menimbulkan sejuta pertanyaan bagi kita semua, mana yang lebih penting saat itu, menikmati momen yang sedang berlangsung atau berusaha mengabadikan momen dengan resiko kehilangan kesempatan menikmati momen itu sendiri?
Biasanya pada saat CFD banyak juga acara Fun Bike, yang berhadiah aneka door prize, diselenggarakan oleh sponsor. Tema umum : olahraga, kesehatan, atau ramah lingkungan. Selalu dimulai pukul tujuh pagi.
Yang terakhir kuikuti, mereka start di Senayan dengan tujuan bundaran HI. Disana nomor harus diberi ke panitia. Setelah acara Fun Bike dapat snack dan ada lomba merakit sepeda dan kemampuan beratraksi diatas sepeda. Beberapa stand yang berhubungan dengan sepeda ramai dikunjungi pembeli. Harus waspada copet.
Bagaimana dengan door prize yang menjadi harapan? Itu bonus bisa menang syukur nggak, ya, udah. Hahaha…

**Funbike Senayan sekalian dagang…
Aku  ingat kejadian sekelompok teman pria sudah bersemangat menanti hingga siang demi doorprize. Akhirnya salah seorang dari mereka menang doorprize. Tapi hadiahnya hanya sebuah amplop. Ternyata dia dapat pap smear gratis di RS Swasta!
Dan si pria pemenang masih berseru-seru gembira diatas panggung, sementara beberapa wanita terpaksa menggelembungkan pipi menahan tawa yang mau pecah! Setelah dijelaskan, akhirnya terpaksa ditukar,  karena nggak berguna juga dikasih ke istri (istri dia pegawai RS).  Kok, bisa lomba sepeda yang didominasi kaum adam, salah satu hadiahnya pap smear?? Apa karena  mereka dianggap kelamaan duduk di sadel..?
Acara seperti itu bagus. Cuma satu kekurangan, acara ini konon juga mengkampanyekan masalah lingkungan. Tapi pengunjung suka asal main buang sampah. Terutama bila sedikit tersedia tempat sampah. …

Sampai jumpa lagi! Ciao tuttiii
Pulang dari CFD, kecuali kita membawa sepeda dengan mobil, semua orang akan kembali berhadapan dengan lalu lintas yang tidak bersahabat dengan penyepeda. Setelah kardio dan pembakaran lemak harusnya pendinginan, bukan kardio lagi. Ya, memang kebebasan bersepeda itu hanya monopoli beberapa waktu dan jalan.

Semua foto adalah hasil dokumentasi pribadi, selain ** diambil pada acara Car Free Day- Street Photography with Joe Markus. Bila ada yang merasa kurang berkenan dengan fotonya yang terpasang silahkan kontak penulis. 

0 thoughts on “Car Free Day Sudirman

  1. Ahahah, beragam aktifitasnya. DI bekasi juga sudah ditetapkan kok mba, di jembatan sumarrecon kalo gak salah, tiap hari minggu. Jadi mupeng sepeda biar kesampean CFD di jembatan itu XD- karena belom pernah juga, hehehe

    Salam kenal yah mba :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *