Hidup Praktis di Grup Chatting dengan Metode Clear Chat

Semakin maraknya penawaran paket-paket internet yang ditawarkan provider telpon dan internet, membuat sebuah fenomena baru : maraknya grup-grup chatting. Semakin lama grup itu semakin banyak, bak amuba yang terus membelah diri!

Aku pernah membahas mengenai efek kelelahan karena kebanyakan informasi.

Baca : Digital Minimalism : Sebuah Trend Baru

Sekarang ingin bahas lebih detail tentang salah satu “obat”. Aku menamakannya Metode Clear Chat.

Bahasan ini terutama bagi pengguna instant messenger What’s Up. Mungkin aplikasi lain memiliki fitur yang sifatnya kurang lebih sama. Silahkan dicari, ya.

Kesukaanku pada metode ini, berawal dari melonjaknya grup-grup  WA yang harus diikuti, karena…yah… memang butuh.  Kita semua tentunya pernah menghadapi situasi demikian, keharusan bergabung entah itu kerjaan, sekolah, menjalin silaturahmi, informasi, dsb. Setiap grup memiliki dinamika berbeda-beda.

Ada yang sepi, ramai, dan hiper ramai (istilah kerennya grup ber-traffic tinggi atau heavy traffic).

Untuk kasus pertama, tentu tidak ada masalah, yang kedua mulai agak-agak..yah…Nah, yang ketiga, bisa sampai bikin pusing sendiri, terutama bila kita punya grup sejenis yang lebih dari satu.

Kenapa? Karena :

  1. Baterai bisa cepat sekali habis
  2. Kita harus bersusah-payah scroll up atau search kata kunci bila ingin tahu suatu informasi dan itu saja sudah…
  3. Menyita sebagian besar atensi
  4. Memori berkurang bila lupa mematikan fitur download otomatis, apalagi bila punya grup yang suka posting  gambar-gambar atau video yang tidak kita ingin lihat (entah itu mengandung unsur kekerasan, provokasi, atau p*rn*grafi)

Aku sempat mengalami jadi admin beberapa grup ramai. Saat itu aku dan kawan admin lain telah mencoba berbagai cara…..

1>Menerapkan aturan agar tidak chatting out of topic.

Hasilnya grup jadi sunyi seperti kuburan. Bila terlalu tegas, banyak yang left karena bosan akan keheningan (ciee..). Atau kasus lain, suka ada yang jadi baper. Yang kupelajari dari sini, aturan tegas hanya bisa efektif dalam grup yang semua orang memang butuh banget dan wajib berada disana. Selain itu…..ehm…sulit. Hahaha. Memang pada dasarnya kita itu suka ngobrol kali, ya.

2>Melakukan Split

Membuat split grup, yaitu satu grup khusus informasi penting (sesuai tujuan bikin grup) dan satu lagi khusus untuk ngobrol ngalur-ngidul berakrab-ria para penghuninya. Biasanya mereka yang super sibuk pilih join grup pengumuman saja.  Cara ini mirip manajemen forum online dimana untuk sub forum khusus untuk chit-chat dan “nyampah”. So far so good. Tetapi dengan bertambahnya grup-grup WA selama ini, terbayang sudah bila semua grup harus ada versi serius dan versi ngobrol ngalor-ngidulnya!

3>Membuatnya jadi Temporary

Ini biasanya ketika mau bikin event, kelas, atau acara. Jadi semua peserta dikumpulkan dalam sebuah grup sampai event selesai. Setelah itu dibubarkan oleh admin. Yang repot, bila setelah berakhir, pesertanya tidak mau membubarkan diri! HAHAHA. Dengan alasan jalin silaturahmi, dsb.  Bila tidak saklek, maka admin yang lemah baik hati akan tergiring masuk ke dalam sebuah jebakan *tercurcol*

Kesimpulannya, bahkan jadi admin sebuah grup juga tidak memecahkan masalah. Eh? Hahaha. Maksudku, banyak hal yang sulit diterapkan hanya demi membuat praktis sebuah grup chatting. Lagipula bagaimana nasibku bila di sebuah grup statusnya hanyalah member jelata? LOL.

Sampai akhirnya aku menerapkan Metode Clear Chat.

Syarat dari metode ini untuk grup yang heavy traffic adalah rajin memiliah setiap hari. Jangan dirapel dalam seminggu!

Perhatian, untuk pengguna android dan i-phone sedikit berbeda. Silahkan anda temukan sendiri sesuai jenis ponselmu, ya.

Bagi para pemakai android caranya :

  1. Pilih percakapan yang kamu rasa bagus dan ingin simpan
  2. Klik tanda bintang di panel atas tengah
  3. Klik tanda tiga titik di pojok kanan panel atas
  4. Akan keluar panel putih, klik “More”
  5. Keluar panel putih yang lain lagi, klik “Clear chat”
  6. Muncul tanda peringatan. Biarkan semua dicentang, klik “Clear”.
  7. Hasilnya hanya percakapan yang kamu tandai bintang yang tersisa.

Setiap membuka sebuah grup yang heavy traffic, aku hanya akan membaca percakapan-percakapan terpilih. Dan tidak melihat lagi yang tidak perlu.

Hasilnya setelah beberapa bulan menerapkan metode ini, hidup terasa lebih praktis, nyaman, dan terhindar dari banyak hal yang menghabiskan waktu. Kalau aku ingin mencari informasi pun, memanjat keatas jauh lebih cepat. Dan bagi admin grup yang salah satu tugasnya adalah membuat kompilasi percakapan-percakapan penting, hasilnya sangat praktis dan mempersingkat waktu. Sudah rapih dan tinggal kirim percakapan via e-mail!

Ohya, cara ini juga bisa menghilangkan emosi-emosi yang tidak perlu, lho. Tidak usah sampai lama baper, left, atau ribut di grup. Ketika ada percakapan, gambar, atau video yang membuat hati tidak nyaman, langsung saja kita lakukan clear chat. Efeknya secara psikis adalah diri kita jadi lebih plong dan saat menengok lagi ke grup yang ada hanya percakapan-percakapan dan gambar-gambar yang membuat hatimu nyaman. Betul?

Perhatian, bagi orang tua yang hapenya sering dibajak anak-anak, metode ini tidak efektif menghindari resiko anak tanpa segaja mendonlot atau membuka gambar-gambar dewasa dalam sebuah grup chatting.  Apalagi bila grup itu termasuk tipe heavy traffic! Memproteksi dengan password, menerapkan aplikasi parenting (seperti kakatu) atau kalau perlu, left grup merupakan pilihan yang jauh lebih aman.

Apakah kamu pernah menerapkan metode ini atau barangkali punya cara lain?

images : meme.com, pinterest.com

4 thoughts on “Hidup Praktis di Grup Chatting dengan Metode Clear Chat

  1. Banyak grup WA ku yang heavy traffic. Buka langsung clear chat. Atau kalau ramai banget, aku malas baca. Langsung tanya admin apa apa. Kayaknya hemat waktu. Tapi ada juga grup wa yang sampai sekarang belum kubersihkan, seperti kursus online. Sepi dan semua belum ada yang left, padahal sudah selesai dan nggak ada chat.

  2. Orang bikin group & jadi admin ya harus siap dg konsep, peraturan & mau paling sibuk. Salahnya sendiri ngumpulin orang wkwkwkwk…. Group event & job memang aku bikin temporary, jadi meski admin belum membubarkan wag tapi kalau hak & kewajiban sudah selesai, aku pamit. Paling sebal itu group teman sekolah krn cowok2nya kyk kerasukan upload foto cewek sexy & obrolan seputar ranjang terus. Itu melecehkan perempuan banget. Bagi mereka itu hiburan tapi aku eneg. Cmon udah bapak2 lo sekarang. Jadi aku left semua, nyisa satu yg sebenarnya aku sdh keluar tapi dimasukkan lagi. Jadi aku gak pernah baca, cuma buka & clear chat.

    1. Hahaha iya begitulah mak Lus. Beberapa pria kalau sdh lupa diri tidak sadar yang membaca pos mrk banyak. Beda gender dan silent reader.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *