Ingin Tahu Masa Depan?

Ada yang suka baca kolom horoskop tiap minggu? Biasanya banyak di majalah cewek ya. Itu ramalan zodiak sambil lalu. Aku juga kadang perhatiin, ingin tahu saja apa bedanya dengan yang dulu. Kok, bisa sih tidak ada yang sama setiap minggu? Dan pertanyaannya….kenapa selalu ada yang baca. Tetap ada kan artinya itu disukai dan dibaca pembaca.

Menurutku yang namanya ramalan sebetulnya sedikit mustahil, sih. Selain ‘kan nggak boleh juga di beberapa ajaran agama. Tetapi kenapa laris manis?

Jadi ingat, pernah dalam pergaulan aku juga banyak dikelilingi dengan “peramal-peramal “.  Terutama peramal cinta. Hahaha. Ini niche yang paling laris kayaknya. Ada peramal  kambuhan di kampus, kawan sendiri di kantor,  bahkan mereka yang hanya muncul di acara-acara.

Aku pernah baca buku dan belajar intinya tentang yang berhubungan dengan pembacaan dan psikologi manusia. Kalau aku sekarang mikirnya, dulu aku kayak kurang kerjaan banget sih. Tapi ternyata kalau dilanjutkan sebetulnya sekarang ada cabangnya lho dalam ilmu sulap. Yaitu ilmu “membaca pikiran” orang. Padahal sebetulnya itu mengamati gesture dan mikro ekspresi. Kayak yang kita lihat di acara-acara sulap dan mentalist di TV itu lho. Hahaha…andai kutahu.

Aku sempat sih, praktek ilmu, tapi bukan soal meramalnya, lebih ke membaca wajah dan karakter. Bukunya banyak bertebaran kalau kamu mau belajar. Saat  berdialog dengan target pasien,  IA sendiri akhirnya yang dapat kesimpulan apa yang harus dilakukan. Jadi sebetulnya bukan kita. Disini yang sering jadi permainan orang.

Aku ingat, bagaimana seorang cowok yang terkenal sebagai peramal akan  bisa membuat dirinya banyak didekati cewek-cewek.  Nah. “Peramal” yang laris manis sebutlah kawan cowok bernama Anis..
Awalnya pengetahuanku ini cuma disimpan buat iseng-iseng dan mendukung hobiku mengamati wajah manusia. Tapi aku kelepasan ngobrol-ngobrol kemudian membaca seorang kawan cewek. Eh, loh tanpa promosi apa-apa kejadian ini beritanya langsung menyebar. Dan hari-hari berikutnya selalu ada kawan cewek antri minta diramal baca.  Hwaarakaradah. Padahal aku sama sekali tidak menyinggung soal masa depan.

Nilai tambahku karena aku cewek. Cewek-cewek lebih nyaman. Dengan kata lain aku menggusur lapaknya si Anis  Hahaha. Kabar nggak jelas yang beredar,  Anis bukan merasa tersaingi, malah ikutan penasaran ingin dibaca karena konon, peramal itu nggak bisa ngeramal dirinya sendiri. Andai dia tahu aku sebetulnya belajar dari buku…bukan karena ada unsur keturunan mejik. Urusannya makin kusut.

Kita tidak akan pernah bisa meraba masa depan

Sebetulnya semua itu terjadi karena tiap orang punya masalah, lalu takut ambil keputusan tentang masa depan. Dan mereka suka pusing mau tsurhat kemana. Mau ke psikolog malu dan mahal. Padahal butuuuh banget ngomong. Ya udah akhirnya ada teman lowong begini, gratis pula, langsung hajar. Ngobrol-ngobrol-ngobrol..terus legaa atau dapat ide tentang kehidupan masa depan.Padahal aku nggak ngapa-ngapain cuma dengeriiin aja lalu membaca saja dia itu bagaimana maunya apa lalu sisanya ya orangnya sendiri kok yang mencari dan mengambil kesimpulan apa yang dia mau.  Dia pergi dan aku dibilang berpredikat ahli.Entah ahli ramal ahli membaca ini itulah.

Nah ini kan aneh juga ya. Beneran, deh, kalian kalau ada masalah coba deh tsurhat sama orang siapa saja, yang dipercaya lho, tapi jangan suruh dia bekomentar. Dengarkan saja. Nanti lama-lama kalian yang awalnya butek jadi tiba-tiba tercerahkan. Ya minimal untuk seharilah. Hahaha.

Tetapi soal ramal meramal yang pakai buka lapak, yang aku suka  saat berinteraksi dengan peramal adalah cara mereka berdialog dan meyakinkan klien.  Disana aku kepo. Bukan kepo ingin tahu masa depan. Tapi kepo gimana sih cara dia baca klien dan gimana dia menangani dan meyakinkan?

Jadi pernah ada sebuah acara yang ada bagi-bagi tiket diramal gratis . Kebetulan boss dan kawan-kawanku itu malas pakai tiketnya. Aku punguti dan kumpulinlah. Lalu aku datangi peramal itu. Dia cerita ini itu, aku mengingat apa saja pertanyaanku dan jawabannya.

Kemudian waktuku habis. Aku pamit. Selang lima belas menit…aku ngantri diramal lagi!

Peramalnya karena banyak orang awalnya kurang ngeh…tapi setelah lama-kelamaan, kira-kira ketiga kalinya aku ngantri, dia sadar. EH?LHO KOK KAMU -KAMU LAGI? Mana  aku semangat bahas kenapa, sih, jawaban yang di berikan sampeyan beda-beda padahal sebelumnya aku nanyanya sama, lho.  Serius beneran. Asli pertanyaan.

Akhirnya aku di persona non-gratakan oleh sang peramal. Mungkin sejak saat itu bakal ada aturan bahwa satu orang hanya bisa satu kali diramal!

Ya, itu kisah lucu dulu. Bagaimanapun aku pribadi tidak percaya akan ramalan-ramalan, selain ramalan cuaca.  Semua jawaban sebetulnya ada di diri kita sendiri, sih. Orang lain kadang hanya berfungsi sebagai katalis. Dan masa depan jauh lebih indah karena tidak bisa ditebak. Kalau bisa ditebak orang nggak belajar cara agar tetap punya harapan.

Bagaimana dengan kamu apa pengalamanmu dengan ramal-meramal?

**Tulisan ini adalah re-post dari postingan lama.

15 thoughts on “Ingin Tahu Masa Depan?

  1. Saya tidak percaya kepada ramalan tapi saya percaya ramalan bisa memberikan dampak positif. Contohnya seseorang yang diramal bahwa ia akan segera mendapatkan jodoh menjadi lebih pede untuk mendekati lawan jenisnya.

  2. aku pernah pergi ramal kartu, sebagian bener. kalo ramalannya bagus ya percaya aja. kalo nggak bagus, lupakan. namanya juga ramalan. hahaha

  3. Nah ini dia penulis zodiaknya. Oh gitu ya mba Presyl. Jangan-jangan yang di majalah itu juga begitu ya hahaha…Kita nggak pernah tahu juga kan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *