Pengalaman Seru Lomba Fotografi Eksterior dan Interior

Hunting bareng atau berpartisipasi di lomba foto adalah salah satu cara menguji kemampuan atau mencari pengalaman. Yang terakhir ini, cukup banyak yang mengadakan. Bertaburan di jagad maya. Tinggal kita memilih mau ikut yang mana, sesuai tema atau lokasi.

Salah satu yang aku ikuti adalah lomba foto yang diadakan oleh Nikon on The Street di Hotel Sultan. Temanya cukup menarik yaitu Interior dan Exterior Photography. Mudah ditebak, ini akan melibatkan arsitektur sebuah gedung dan interiornya.
Kedua pembicaranya adalah profesional di bidang masing-masing yaitu  Steven Sioe  dan Pinky Mirror.  Nah, selain mengumpulkan portofolio, alasan lainku ikut adalah karena…. kepo (!) Jadi ceritanya aku sudah lama mengamati karya fotografi pak Steven di facebook dan Instagram. Beliau seorang fotografer profesional yang sempat menimba ilmu fotografi di Amerika. Ketika ada kesempatan bisa dapat ilmu langsung dari ahlinya dan kebetulan waktunya ada, why not. Gitu, lho.

Diambil dari web Nikon Team

Menjelang hari H, sesuai standar prosedur operasional, peserta langsung dimasukkan ke dalam grup WA. Lumayan banyak. Tapi yang seru, begitu hari pertama grup dibuat, pak Steven sendiri, dibantu pak Pinky, langsung aktif memberikan “kuliah” cukup seru tentang fotografi arsitektur berikut peralatan apa saja yang (sebaiknya) dibawa.

Berhadapan dengan obyek-obyek raksasa…
Selain menjawab pertanyaan terkait tema lomba, beliau juga menunjukkan foto-foto menarik yang bisa dijadikan pelajaran.  Arsitektur memang berbeda dengan makhluk hidup bahkan still life. Karena statik. Sudah nggak bisa dipindahin dan di apa-apain lagi. Ya, iyalah, masa kita mau mindahin gedung? Memangnya Bandung Bondowoso?
Disini kejelian mata fotografer serta kreativitas sangat dibutuhkan. Tidak tergantung pada gear yang mahal melintir (kecuali si empunya gear juga jeli,nah yang ini,sih, no doubt,  duo maut). Kalau pak Steven sendiri menyarankan “Buy books not gear”. Alias lebih banyak modal dikeluarkan untuk belajar dari buku, bukan untuk beli gear.
Dari segi non-teknis, karena aku selama ini lebih sering mengikuti event yang tidak ada sesi lombanya, lumayan banyak melihat perbedaan.

Beberapa diantaranya adalah :

 

1. Suasana Bersaing Yang Lebih Intens
Sebagai contoh, serangan “mental” terjadi ketika muncul nama peserta-peserta yang pernah menang lomba sejenis. Langsung ramai seru-seruan (mungkin setengah bercanda) dari peserta lain yang sudah kenal.  Bentuknya kurang lebih seperti : Wuah…ada master X, Wah, sudah ketauan deh, nih, juaranya! Eh, ada X, tipis nih harapan….dsb. dsb.
Aku bisa membayangkan tekanan mental yang dihadapi para langganan juara lomba itu. Baru mulai, sudah ada penghakiman publik.  Lol. Tapi kalau memang udah pro ya pro aja kali, ya. Woles dan tetap bisa menghasilkan karya-karya bagus.
Interior
 2. Persiapan Di Lapangan
Orang yang bangun pagi, rejekinya lebih banyak. Pepatah ini berlaku bagi yang ikut lomba karena semakin pagi datang, bisa terhindar dari hal-hal seperti macet, sempat survey lapangan, dan berbagai analisa lain.
Bagaimana denganku? Sebetulnya event ini bagiku momentumnya agak sedikit kurang pas, karena ada beberapa “senjata” untuk ikut lomba yang sedang diperbaiki. Ah, tidak ada akar, pinjam pun jadi, deh (yes, banyak alasandotcom).

Kaki-kaki para fotografer yang tengah beraksi…
3. Biasakan Dengan Kerumunan dan Stay Focused!
Fotografi landscape, interior dan arsitektur biasanya lebih sering dilakukan dalam suasana sepi. Bahkan kita perlu sengaja datang super pagi demi mendapatkan kondisi ruang kosong melompong. Tapi dalam suasana perlombaan, ya, mau tidak mau harus terbiasa dan mengakali suasana yang tumpah ruah peserta. Gampang-gampang susah. Apalagi kalau semua mengincar obyek yang sama!  Bocor sana, bocor sini….Yang paling pas, kita perlu sabar menunggu momen semua orang mulai berpencar sibuk sendiri-sendiri.
Untuk urusan “ngelmu”, aku merasa lebih bisa menyerap banyak saat kuliah online, atau presentasi di dalam ruangan. Karena di lapangan, sudah berhadapan dengan kerumunan peserta yang cukup banyak. Agak sulit menyimak dan mengikuti “kuliah”. Kecuali badan kita tinggi banget. Maklum  pendek mungil. Hahaha.
Suasana padat merayap…
Aku juga beberapa kali harus menahan diri untuk tidak memotret…….peserta yang sedang asyik memotret! Bayangkan, bila di hadapan mata anda ada berbagai manusia dengan rangkaian kuda-kuda siaga satu, bermacam tripod, tengah berimprovisasi pada segala obyek. Bahkan ada yang bawa Go Pro segala. Semua itu sangat menggoda untuk dimasukkan ke dalam kotak kecil view finder. Etapi… nanti malah jadi foto human interest, dong hahaha. Dan label dari tulisanku nanti bukan arsitektur. Fokus, ayo, fokus! *keplak-keplak*
 
Lapar jelang tengah hari juga jadi salah satu biang penyebab ketidak-fokusan. Untung acara kali ini posisinya di hotel. Makanannya pasti enak dan bikin kenyang, dong.
4. Siapkan Diri Akan Hal-hal Tidak Terduga
Dalam sebuah perlombaan, faktor keberuntungan seringkali menjadi poin penting. Ia tidak diciptakan mendadak, melainkan dengan banyak persiapan.  Kamu sudah susah payah memfoto dengan sudut pandang dan peralatan yang terbaik. Tapi semua itu tinggal kenangan, bila terjadi kendala teknis seperti bermasalah dengan memory card. Kejadian yang sering muncul di lapangan.  Fotografer bisa nangis bombay ketika semua karyanya hilang,  karena masalah kompabilitas, kerusakan pada card, saat transfer atau ketidaksesuaian yang lain.
Lagi-lagi solusinya klasik. Sebelum diproses, data harus diprotek atau backup dulu.
Jadi apakah akhirnya menang? Nggak…hahaha. Tapi, ya santai saja. Namanya juga mentoring sekaligus lomba, lebih banyak ingat suasana seru. Apalagi setelah melihat karya juara yang memang bagus-bagus. Aku jadi belajar, ooh itu kan tempat yang sama, kok tadi aku nggak lihat, ya? Jadi begitu, toh. Menarik.
Apakah sudah tercapai tujuan utamaku ikut lomba? Sebagian besar. Merasakan feel dan pengalamannya yang mahal.  Di acara seperti ini, kita jadi lebih bisa paham, bagaimana reaksi diri sendiri dalam berbagai situasi. Apakah banyaknya orang akan membuatmu semakin bersinergi dengan kameramu, atau sebaliknya. Mana suasana terbaik, yang meningkatkan semangat dan konsentrasi. Itu semua bisa jadi faktor penentu dalam memilih tema yang kita ingin fokuskan ke depan nanti.
We begin by admiring what we see every day
Dan sampai sekarang, ketika berjalan-jalan menatap bangunan perkotaan atau memasuki sebuah ruangan, aku masih suka mengingat-ingat segala pelajaran yang pernah didapat dan dirasakan dalam praktek. Saat bersama sekumpulan orang banyak, ataupun sendirian. Bagaimana mata ini akan mulai memindai segala sudut, mencari ritme geometris yang berulang, berikut segala keunikannya, berusaha menemukan sisi menarik dan impresif dengan berbagai cara. Sudut pandangku mungkin tidak akan pernah sama lagi.
Black and white : contrast and poetic..
Barangkali memang begitulah seni fotografi yang melibatkan benda raksasa tidak bergerak. Ibarat kepingan yang terlupa dari kehidupan itu sendiri, Kala kita sudah begitu terbiasa, hanya melihat sekilas, minim apresiasi, melewatkan banyak sisi unik, dan pergi berlalu. Tidak selalu tentang  sebuah gedung, yang dibangun setelah melalui jerih payah tangan orang banyak.
—-
Apakah kamu tertarik dengan tema-tema spesifik seperti diatas? Pernah ikut lomba foto?

16 thoughts on “Pengalaman Seru Lomba Fotografi Eksterior dan Interior

  1. Gak hanya lomba foto, di lomba blog atau lomba apapun juga suka ada serangan mental kayak gitu. Wah kalau dia ikut bakal kalah nih kita. Tapi memang yang begitu suka bikin ketar-ketir juga hehehe

  2. Lomba foto belum pernah, foto sendiri saja payah. Tapi lihat sudah pernah beberapa kali, kebetulan lombanya memoto model. Wah seru2 geli karena itu modelnya cuek, tetap fokus & profesional meski dikerubuti banyak fotografer.

  3. aah seru banget. kebayang berlimpah informasi dan ilmu ya. dan saya adalah orang yang selalu gagal nangkep momen jadi bagus buat difoto. gak punya mata kamera 😀

  4. Terima kasih..yg menang fotonya memang keren. Bisa dilihat di web nikonteam…moga2 mereka adain workshop di Pontianak suatu saat yaaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *