The Life-Changing Manga of Tidying Up : A Magical Story

Tidying Guru dari Jepang, Marie Kondo, akhirnya mengeluarkan versi lain dari The Life Changing Magic of Tidying Up. Judulnya tidak kalah panjang, yaitu The Life-Changing Manga of Tidying Up : A Magical Story.

Disebut versi lain karena format penceritaannya adalah dalam bentuk komik atau disebut juga manga. Kita tentunya sudah akrab dengan manga Jepang dengan para tokoh-tokohnya yang terkenal bermuka imut dan bermata lebar, bukan?

Beda dengan buku sebelumnya, di manga ini Marie Kondo langsung menghadirkan sebuah studi kasus bersama karakter-karakter yang terlibat didalamnya. Semua dihadirkan tanpa menghilangkan esensi.  Ia juga bekerja sama dengan Yuko Uramoto, pemenang kategori Grand Prize Shueisha Aoharu Manga Awards tahun 2011.  Uramoto inilah yang kemudian memutuskan untuk melakukan “transformasi” gaya bercerita, yaitu melalui perantaraan tokoh-tokoh (seperti kisah manga umumnya).

 

Chiaki Suzuki, 29 tahun, bekerja di bagian penjualan. Ia seorang gadis yang gampang jatuh cinta tapi juga gampang kehilangan minat. Walaupun ketika bekerja tampak profesional dan bisa mengendalikan hidupnya, Chiaki sebetulnya adalah seorang hoarder (penumpuk barang). Kondisi tempat tinggalnya berantakan, dengan barang bertumpuk di segala sudut. Karena ketidakteraturan itu sampah-sampah menumpuk di teras atas.

Seorang pemuda tampan mengetuk pintu rumah. Chiaki terpesona! Tapi apa sebetulnya yang diinginkan oleh si pemuda? Dia minta agar Chiaki membuang sampah-sampah yang di”tabung” di teras karena si pemuda (yang ternyata adalah tetangga yang tinggal di sebelah) sudah kebauan! *malu-maluin hahaha*

Chiaki, akhirnya merasa kesal dengan kondisi hidupnya sekarang. Ia pun memanggil seorang profesional merapikan : Marie Kondo (KonMari).Diluar dugaan konsultan yang mirip peri cilik itu membuat Chiaki memikirkan banyak hal yang belum pernah ia pikirkan, sebelum mereka berdua masuk ke tahap yang diinginkan yaitu merapikan. Ia kemudian juga diajak untuk melihat kembali sumber dari segala permasalahan dalam hidup, termasuk kisah-kisah pribadinya.

Tahap-tahap apa saja yang diajarkan oleh KonMari? Apakah Chiaki masih memiliki harapan menemukan cinta baru?

——-

Keputusan Marie Kondo untuk membuat versi manga dari karya besarnya itu, setelah ia dimention di twitter oleh Yuko Uramura, yang menawarkan bekerjasama.  Di Jepang sendiri bukan hal aneh ketika sebuah novel best-seller dibuatkan versi manga. Marie Kondo sendiri selalu mengingat masa kecilnya, dimana ia dikelilingi saudara dan ayahnya yang merupakan  penggemar berat manga!

“Manga is not only entertainment. It is also a guide on life and a way for parents and children to bond across generations.”

Demikian ucapannya, dikutip oleh  Entertainment”

Sebagai KonMari method enthusiast, aku tertarik membaca manga ini setelah diterbitkan edisi bahasa Inggrisnya. Iya. Sayangnya belum ada versi bahasa Indonesia. Tapi bagiku itu sudah lebih dari cukup, karena tidak terbayang kalau harus membaca versi kanji asli bahasa Jepangnya!  Sebagai catatan, kita sulit sekali menemukan edisi terjemahan bahasa Inggris sebuah manga yang sifatnya teknis atau non-fiksi.   Manga ini adalah perkecualian.

Aku suka dengan ilustrasi Uramoto yang sederhana, agak shoujo-ish. Masih senada dengan ilustrasi buku KonMari pendahulunya, Spark Joy.  Akan aneh jika gaya gambarnya berubah menjadi lebih teknis, mungkin akan tampak kaku dan kurang luwes.

Dan berbeda dengan dua buku Marie Kondo sebelumnya, kisah dalam The Life Changing Manga of Tidying Up jauh lebih simpel dan menyederhanakan semua petunjuk di buku-buku sebelumnya.  Mungkin karena bentuknya bercerita, aku jadi jauh lebih ingat step dan tips-tips yang diberikan, sambil sesekali tertawa membaca tingkah laku Chiaki. Sepertinya kita, terutama orang Indonesia, juga akrab dengan beberapa permasalahan gadis itu.

Walaupun tidak sekomprehensif buku teks, manga ini cukup ringan dalam menjelaskan kenapa-kenapa-nya atau FAQ yang sering muncul ketika orang pertama kali menerapkan metode ini. Ditambah kisah pribadi Chiaki menambah bumbu betapa sulitnya kita melepas barang yang memiliki nilai sentimentil. Marie Kondo menyebutkan bahwa ia juga pernah memiliki beberapa klien yang memiliki persoalan serupa dengan Chiaki dan akhirnya menemukan pencerahan setelah hidupnya rapi kembali.

Sayangnya, permasalahan dalam kisah ini masih terbatas pada kasus seorang wanita karir yang sibuk dan hidup sendirian. Akan sangat menarik bila nanti akan ada kasus lain, terutama yang melibatkan lebih dari satu kepala dalam satu atap.  Hal itu yang belum dibahas selain di dalam The Life Changing Magic of Tidying Up dan Spark Joy.

Kalau kamu berharap mengenalkan KonMari Method kepada anak lewat manga ini, sebaiknya pikir-pikir dulu. Jangan berpatokan dari formatnya yang berupa komik, ya.  Kebanyakan manga, termasuk yang satu ini, bukan untuk anak-anak.  Aku tidak terlalu merekomendasikannya, karena dasar dari kisahnya banyak menonjolkan masalah percintaan Chiaki yang fall in love so easily dengan banyak lelaki.  Ada beberapa panel di gambar yang kurang pas dibaca oleh anak-anak.

Tapi bagi kamu (orang dewasa), yang belum pernah membaca dua buku utama Marie Kondo itu, manga ini bisa direkomendasikan sebagai perkenalan. Namun memasuki tahap berikutnya disarankan lebih menggali detail dari buku teks. Bukan berarti manga ini tidak perlu dibaca oleh anda yang sudah kenal dengan dua buku sebelumnya, lho. Boleh, saja sebagai hiburan dan supaya bisa lebih mudah juga mengingat inti-inti ajaran KonMari Method. Para tokoh di manga ini juga imut-imut dan enak dilihat, kok.

Setelah membaca manga ini aku jadi flash back kembali tahap-tahap yang pernah kulakukan. Dan jadi semangat lagi untuk melakukannya kembali! Hahaha. Semua tampak menyenangkan.

Jadi apakah kamu juga seperti Chiaki, ingin mengubah hidup dengan merapikan secara menyenangkan?

8 thoughts on “The Life-Changing Manga of Tidying Up : A Magical Story

  1. ada komiknya to
    saya baru punya buku pertamanya, dan suka banget sama buku itu
    semoga buku kedua dan komik ini segera diterbitkan dalam bahasa indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *