Semuanya Jamur!

Jamur sangat baik untuk kesehatan. Memakan jamur bisa mengurangi masukan garam, Vitamin D alami, dan mengurangi resiko beberapa kanker. Ini adalah salah satu keuntungannya. 

Aku menyukai fakta bahwa jamur bisa dimakan pada segala hidangan, kalori rendah untuk terhindar dari rasa bersalah. Kamu tidak perlu jadi fanatik penggemar jamur atau vegetarian untuk menyukainya

Sekarang restoran yang menghidangkan menu jamur banyak. Salah satunya di Jogjakarta, yaitu di Resto jeJamuran, di Niron, Pandowoharjo, Sleman.  Restoran yang cukup populer. Saat makan siang atau malam biasanya penuh, sampai kita harus memesan reservasi dulu.

Ada budidaya pelatihannya juga, lho!
Bagian paling menarik dari restauran, di sebuah area,kita bisa melihat pameran berbagai jenis jamur yang jumlahnya cukup banyak.  Mari kita lihat banyaknya jenis jamur yang tersedia…

Media tanam di dalam plastik

Jamur-jamur yang aku familiar adalah oyster, jamur kancing, jamur putih, dan jamur shiitake. Mereka jamur yang paling mudah dibiLing Zhi atau Jamur Reishi (Ganoderma lucidum) terkenal karena banyaknya manfaat bagi kesehatan dan sangat populer dalam pengobatan tradisional Cina.

Media tanam di pot dan variasi lainnya
Beberapa jamur secara alami tumbuh di batang kayu keras. Jamur dibiakkan di batang kayu yang sudah disediakan, biasanya memakan waktu cukup lama, sekitar 6 bulan. Lingkungan yang bagus bagi jamur umumnya adalah yang gelap, sedikit cahaya, dingin, berembun, dan lembab, karena mereka tidak bertumbuh melalui proses fotosintesis.

Di resto jeJamuran,  jamur-jamur dihidangkan dalam bentuk makanan khas Indonesia, servisnya cukup cepat dengan harga yang masih masuk akal. Mereka lezat banget!  Contoh makanan favoritku seperti “Sate Jamur dengan bumbu kacang”. Rasa jamurnya mirip daging ayam, baik rasa maupun kekenyalannya. Jamur juga terkenal atas kelezatannya yang bisa menggantikan rasa daging..
Hidangan yang bisa dihasilkan dari jamur

Makanan yang mereka punya di menu antara lain :

Jamur Portabella asam manis, Saus Jamur Portabella, Sup Jamur, Sate Jamur Portabella dengan bumbu kacang, Jamur Fu Yung Hai, Jamur Krispi Oyster/Shiitake/Portabella, Stew Jamur Asam Manis, Nasi Goreng Jamur,dsb.

Minuman : Jamu Jamur, minuman ringan Sarsaparilla soft, dsb.

Kamu juga bisa beli produk  jamur dalam kaleng untuk oleh-oleh.

Jadi suka jamur apa untuk dimasak?

Tanaman Tersayang…

Kuakui, berkebun bukan hobiku, sebagai seseorang dengan moto “Akulah laut dan tiada yang memilikiku.”  Hampir mustahil bagiku mempunyai hubungan yang manis dengan tanaman.
Berkebun adalah pekerjaan yang repetitif, agak membosankan karena aku akan terikat pada apa yang kutanam.

Pernah dengar cerita The Little Prince? Dia meninggalkan bunga mawar kesayangannya karena bunga itu terlalu menuntut ini-itu. Itu adalah gambaran yang pas mengenai perasaanku terhadap tanaman.

Aku suka….tanaman artifisial. Mereka mudah dirawat. Hahaha…

Tapi terima kasih pada keluargaku yang suka tanaman, sekarang ada seberkas cahaya harapan bagi manusia laut ini untuk keluar dari zona nyamannya. Aku lupa apa yang mereka pernah lakukan, detail-detailnya, tapi hasil dari itu adalah mereka membuatku tertarik pada tanaman dan berkebun.

Misal, sebagai fotografer amatir, sekarang aku menemukan banyak kesenangan dari memfoto taaman. Itu adalah awal yang baik, bukan?

Bunga dan tanaman yang unik ini difoto di sebuah daerah di Jawa Barat. Menurutku mereka luar biasa….

Cantik tapi..

Aku tidak tahu nama-nama mereka!

Kalau dipikir-pikir, aku bahkan tidak tahu tanaman apa saja yang ada di kebunku. Hahaha..

Rasanya masalah berkebun ini butuh waktu, kerja keras, dan motivasi. Makan adalah salah satu motivasi terbesarku. Mungkin aku harus mulai dari situ. Bagaimana dengan berkebun sayuran? Aku bisa menanam bayam dan belajar banyak dari prosesnya.

Tantangan diterima!

Semoga kapan-kapan aku bisa menuliskan kisahnya.

Kamu suka berkebun? Kenapa?

Aku dan Serangga

Alam selalu menjadi artis yang terbesar. 

Tetap saja, aku punya riwayat pertempuran tiada akhir dengan serangga. Mereka ada dimana-mana!
 
Tapi bersyukurlah pada fotografi dan lensa makro, sekarang aku berdamai dengan binatan-binatang itu. OK. Gencatan senjata sementara kecuali dengan…kecoak.
 
Kamu tahu nggak, kalau penulis terkenal di Indonesia bahkan sampai menulis cerpen romantis tentang  kecoak? Bahkan dia menjadikannya pangeran! Tidak ada yang romantik dari kecoak!

Apakah artinya bila aku membunuh seekor, aku sudah menghancurkan sebuah kerajaan Kecoak?

Bertahun-tahun lampau, aku biasa memberi makanan Arwanaku yang manis (ikan-bukan presenter) dengan belalang. Aku memburu mereka satu persatu di kebun.
Apakah aku terdengar psiko? Tidak, ini hanya serpihan nostalgia diantara aku dan serangga. Sekarang aku manusia yang lebih baik.
 
Kupu-kupu misterius di sekitar rumah
 

Mimpi-mimpi Urban

Kota tempatku tinggal adalah kota yang sangat sibuk. Kalau sudah begitu aku suka memimpikan sawah dan udara segar. Banyak orang yang mempercayai sawah sebagai pembawa kemakmuran dan keberuntungan.  Karena itu banyak yang menggemari lukisan sawah, bahkan membangun rumah ditengah sawah (yang ini malah mengurangi jumlah sawah).

Perasaanku akan kedamaian bisa diwakili oleh foto diatas, yang kuambil bertahun lalu di sebuah desa : seorang petani membajak sawah pagi-pagi.

Kawan-kawan yang tinggal di daerah seringkali mengeluh karena ingin pindah ke kota besar, bosan tinggal di daerah. Yang kontras adalah mereka tampak bahagia dan segar, wajah mereka bersih. Hal yang jarang kutemukan pada orang dari kota besar.

Manusia kadang memang tidak mungkin melihat hal berharga hanya dari penglihatan semata. Kita harus belajar bahagia di tempat manapun berada.