Memfoto Obyek di Hari Besar Nasional

Hari Besar Nasional di Indonesia seringkali dipenuhi dengan berbagai atraksi-atraksi menarik. Aku memiliki banyak kesempatan melihatnya beberapa waktu belakangan ini.

Saat kamu akan menyaksikan dan memfoto suatu acara, kamu harus membayangkan dari awal apa obyek incaranmu.

Obyek yang sangat ingin kufoto adalah pesawat tempur.

Bila kamu adalah kaum urban sepertiku, yang tidak tinggal dekat base militer, memfoto pesawat tempur hanya bisa dilakukan di saat-saat tertentu saja. Biasanya di hari besar nasional seperti…

Hari Kemerdekaan 17 Agustus

Sebagai contoh pengalamanku, tanggal 17 Agustus lalu, aku bersama banyak rekan fotografer lain, sudah setia menunggu di atas salah satu puncak gedung di bilangan Monas.  Target : memfoto pesawat tempur yang lewat di hari jadi Republik Indonesia ini.   Menunggunya sejak terbit matahari, maklum biar sepaket dengan foto sunrise hikhik..

Ternyata jelang siang hari, pemandangan di hadapan kami adalah….

…seperti ini.

Yah, mau gimana lagi. Jakarta salah satu kota yang tingkat polusinya tinggi di dunia. Sudah bagus aku tidak langsung jadi cekung bermata panda, seperti mereka yang alergi debu.

Selanjutnya adalah tahap paling berat…yaitu sabar menanti. Yes. Pesawat tempurnya baru muncul siang hari, begitu jadwalnya.

Teori relativitas Einstein, kalau kamu nunggu disamping cowok ganteng, maka waktu akan cepat berlalu. Tapi bila nunggunya di bawah terik matahari, di tengah polusi, maka waktu berjalan luaamaaa. Hahaha.

Aku dan beberapa pemburu foto lain pun harus rela bersabar menantikan para pesawat itu melintas. Terkadang saat sudah siap-siap memfoto…eh ternyata obyek belum lewat. Padahal kamera sudah dikokang siap ditekan tombol shutternya. Ohlala. Ternyata menunggu sampai sejam lagi.

😑😑

Waduh, krim SPF 50 keburu luntur…hkhkhk…Seperti menunggu saat kencan saja.

Akhirnya ada suara-suara membahana….

Yeah… mereka lewaaat….!

Dari kejauhan, tampak 14 jet tempur, konon terdiri dari 6 unit T-50i Golden Eagle dan 8 unit F-16.  Bagaimana membedakan antara keduanya, aits….sepertinya itu masalah belakangan, deh!

Ok, ready….action….jangan cepat-cepat ya, mas pilot. Dipelanin dulu jalannya..di pause..

Saat semua kamera tele di atas gedung ini mengarah pada para mas-mas…

Eh la. Wait wait..waitt…

Tungguuu!

Yey.

Lewat, deh.

Cepat amat, ya..? Ahem bukankah karena itu namanya “pesawat tempur”?

Argh. Nggak puas karena merasa belum memanfaatkan angle yang pas…

Ok, tarik nafas.  Sabar, mari kita tunggu mereka lewat lagi. Mungkin sebentar lagi akan ada manuver balik.

Para pasukan fotografer pemburu pesawat menegakkan telinga, seperti kelinci waspada akan rubah lewat.

Waiting…

Waiting…

Waiting…

Kok, lama banget, ya? Kena ganjil-genap kah mereka? Eh, ini hari libur, kan…

😁😁😁😁😁

Ternyata memang nggak balik lagi huhuu…Ya harga bahan bakar pesawat memang mahal, masa iya harus bolak-balik seperti setrikaan demi memuaskan dahaga pemoto macamku.

Rasanya begini, ya di PHP- in..pesawat tempur #patah hati

Ya, sudah. Terpaksa menunggu hari besar lain, deh. Hari itu akhirnya datang, sekitar dua bulan kemudian. Yaitu…

Hari TNI 5 Oktober

Pagi-pagi pukul 6 pagi sudah melaju menuju Lanud Halim Perdana Kusuma.

Agak sedikit macet menuju TKP, sih. Masyarakat banyak yang berjalan kaki menuju ke sana, karena  memang jalan seputar kompleks TNI AU itu banyak ditutup.

Walaupun demikian semua itu tidak terasa karena belum apa-apa, di angkasa sudah disambut oleh banyak atraksi udara bagus-bagus.

Pesawat cessna di atas entah sudah berapa kali berkeliling di sekitar lokasi. Bahkan lebih dari puluhan kali mungkin? Bagaimana rasanya, ya di atas sana hanya berputar-putar selama berjam-jam? Hmmm….

Selain itu juga banyak atraksi dengan parasut yang sangat menggoda untuk diabadikan. Ini adalah aksi para motor dari TNI AU. Yep, ini bukan terjun payung ya..

Di depan sana ada perjuangan lain yang harus dilalui, selain panas terik dan kesabaran menanti.

Manusia…

Ratusan…ribuan manusia yang makin lama makin banyak! Tumpah ruah seperti cendol…

Butuh bukti? #ehitupesawatcessnalewatlagi

Iyep. Itu foto saat masih pagi, payung-payung belum terbuka semua. Makin siang percayalah, makin banyak payung yang terbuka.

Termasuk payung yang ini…

Matahari semakin tinggi, kondisi medan akan semakin berat (padat merayap manusia).  Sebelum terjadi banyak aktraksi harus menunggu upacara dulu.

Ok. Thats it…

Aku pun angkat tangan, harus melipir pergi lebih cepat karena ada acara keluarga di siang hari dan tidak mau terjebak dalam kemacetan arus keluar!

Sambil berjalan keluar lokasi acara, aku masih berharap bisa memfoto pesawat tempur lewat. Jadi pukul 10-an, melipir sejenak di sebuah area.  Berharap bisa melihat demo udara fly pass, BTU, composite strike, Jupiter Aerobatic, atau apa saja…

Tapi..

….ternyata mereka terbang tidak setinggi bayanganku, sementara dataran tempatku berada terlalu rendah.  Akhirnya cukup puas dengan satu foto pesawat tempur saja. Itu saja  pakai acara cari-cari cilup ba, malu-malu kucing. Huhuhu..

Lesson learned : menangkap pesawat tempur, selain butuh tehnik, juga perlu kesabaran menangkap jodoh momen yang lewat,  pengetahuan akan lokasi yang strategis, serta waktu yang memang tersedia penuh untuk itu.

Aku gagal karena belum memiliki semuanya. Mari berharap lain kali masih banyak pesawat yang lewat (seperti judul film).

Lalu apakah tidak ada obyek lain yang sempat kuabadikan saat perayaan hari besar nasional?

To my surprise, ternyata ada. Padahal di awal aku tidak bermaksud untuk hunting foto human interest. Kenyataan di lapangan, selain obyek incaran, ratusan manusia yang menanti bersama perilakunya sesungguhnya merupakan obyek juga.

Ladies yang ada di sekitar area banyak yang tidak kalah keren dengan mereka yang datang dengan berbaju militer.  Bahkan para prajurit merasa terhormat untuk menjadi instagram husband bagi istri-istri,  atau sekedar menolong mengambil foto cantik para ladies..

Ini adalah foto yang aku ambil di jalanan sambil berjalan kaki menuju lapangan. Beberapa foto kuambil dengan nuansa black and white biar agak-agak vintage gitu hahaha…

Dan foto di bawah ini saat sudah masuk ke dalam di luar lapangan ujung landasan. Ada sebuah tank yang dipenuhi manusia hingga keluar. Padahal gede banget, lho. Kebayang kalau di sebuah medan laga benda itu bergerak.  Masih ingat tragedi Tiananmen?

Di acara HUT TNI, seorang bapak-bapak dengan santai malah buka lapak dibelakang roda-roda raksasanya. Ehm. Sebetulnya ada berjibun lapak-lapak sejenis di hari itu.

Ini adalah “payung pertama” yang mulai membuka di pagi cerah itu.

Salah satu foto yang menjadi kesukaanku diantara yang lain, rasanya seperti melihat seorang sedang mengabsen peserta yang “tidak tampak” hihihi…

Seriously, hamparan pakaian dan helm ini banyak terjajar rapi di depan hangar pesawat. Aku belum tahu fungsinya. Mungkin akan dipakai saat acara?

Kesimpulan

Sebetulnya di Hari Besar Nasional banyak sekali obyek yang bisa kau dapatkan. Bila tidak dapat yang satu bukan berarti tidak mendapat yang lain. Namun jika kita selalu kehilangan suatu obyek…hmm…mungkin perlu bertanya pada diri sendiri :

Apakah kita benar-benar menginginkan obyek itu, atau kita hanya sekedar iseng, ingin mencoba?

Bila jawaban kita yang pertama, pastikan niat, waktu dan hati benar-benar tertuju kesana. Tidak disambi macam-macam atau dilakukan sambil rebah-rebahan. Rela bersusah-susah, walaupun hari panas, dan harga sunscreen mahal #curhatcolongan

Apakah kamu pernah berniat memfoto suatu obyek di suatu hari besar, tapi akhirnya belok ke obyek yang lain? :))

Gambar : dokumentasi pribadi, giphy.com

Leave a Reply